Selasa, 09 Oktober 2012

materi ajar "Organisasi Kehidupan"


MATERI AJAR
“SEL”

Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, tubuh makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.      Uniseluler; makhluk hidup yang tersusun atas satu sel.
b.      Multiseluler; makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel.
Secara sederhana, tingkatan organisasi dalam kehidupan makhluk hidup multiseluler adalah:                     Sel à jaringan à organ à sistem organ à organisme
Sel adalah bagian atau unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Orang yang pertama kali mengamati sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia mengamati sel gabus. Gabus adalah bagian tumbuhan yang telah mati sehingga sel penyusunnya tampak kosong. Kemudian, Schleiden dan Theodor Schwann mengamati bagian tumbuhan dan bagian tubuh hewan pada abad ke-19. Keduanya menyimpulkan bahwa semua organisme tersusun oleh sel.
Struktur sel pada umumnya sama yaitu terdiri atas membran sel dan protoplasma. Protoplasma tersusun atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organel. Organel adalah alat-alat di dalam sel yang mempunyai fungsi khusus. Contoh organel adalah inti sel, mitokondria, plastid, lisosom, badan Golgi, dan retikulum endoplasma.

Bagian-bagian Sel dan Organel Sel
1.      Membran Sel
Membran sel juga sering disbut membran plasma. Membran sel berfungsi sebagai pembatas dan pelindung isi sel serta sebagai pengatur lalu lintas zat keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu, tetapi tidak dapat dilewati oleh zat yang lainnya. Zat yang dapat melewati membran sel antara lain air, zat yang larut dalam lemak, dan ion tertentu.
Pada sel tumbuhan, membran sel dilindungi oleh dinding sel yang tersusun dari selulosa. Selulosa tergolong karbohidrat yang sulit dicerna. Selain melindungi sel, dinding sel juga memberi bentuk sel yang tetap dan kaku.
2.      Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang mengisi sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat. Koloid sitoplasma terdiri atas air, serta senyawa organik seperti protein, gula, lemak, enzim, hormon, dan garam mineral. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel. Pada sitoplasma, terdapat organel-organel sel.
3.      Inti sel (nucleus)
Inti sel biasanya berbentuk oval atau bulat dan berada di tengah-tengah sel. Inti sel berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat cairan inti (nukleoplasma) dan benang kromosom. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun yang mengandung DNA. Di dalam inti sel terdapat anak inti atau nucleolus. Anak inti membesar pada sel yang sedang menyusun protein.
4.      Retikulum Endoplasma (RE)
RE berfungsi menyusun dan menyalurkan zat-zat di dalam sel. Membran RE merupakan kelanjutan dari membran luar inti sel yang membentuk saluran berliku menuju ke sitoplasma dan bermuara pada membran sel. Dalam sel terdapat 2 tipe RE, yaitu RE kasar dan RE halus. Pada membran RE kasar terdapat ribosom sehingga terlihat berbintil-bintil, sedangkan pada RE halus tidak ada. RE halus berperan untuk membuat lemak di samping mengangkut bahan-bahan di dalam sel.
5.      Ribosom; berbentuk bulatan atau butiran kecil. Ribosom ada yang menempel pada membran RE, ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi merangkai asam amino menjadi protein (mensintesis protein).
6.      Badan golgi; berbentuk seperti rongga (kantong) yang tersusun berlapis-lapis. Badan golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi) protein dan lendir, karena itu badan Golgi disebut sebagai organel sekresi. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom.
7.      Mitokondria; berbentuk bulat lonjong seperti biji kacang. Mitokondria mempunyai membran luar dan membran dalam. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi untuk proses kehidupan. Di dalamnya berlangsung proses respirasi untuk menghasilkan energi.
8.      Plastida; merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung pigmen tertentu. Plastida yang mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas, sedangkan plastida yang berisi amilum disebut amiloplas. Klorofil merupakan pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis. Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan.
9.      Lisosom; merupakan kantong dalam sitoplasma yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi mencerna bagian sel yang rusak atau zat asing yang masuk ke dalam sel.
10.  Sentriol; terdiri atas beberapa silinder yang tersusun saling tegak lurus. Bagian ini berfungsi dalam pembelahan sel hewan.
11.  Vakuola; adalah ruangan yang terdapat di dalam sel. Pada sel tumbuhan yang sudah tua, vakuola biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna, sementara pada sel hewan vakuola jarang dijumpai dan jika ada berukuran kecil.
Gambar 1. Sel Hewan                                         Gambar 2. Sel Tumbuhan
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Struktur sel hewan dan sel tumbuhan berbeda. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang menyelubungi membran sel. Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa dan pektin sehingga sel tumbuhan bersifat kaku. Pada sel tumbuhan terdapat kloroplas. Sel hewan memiliki sentriol pada saat sel membelah, sedangkan sel tumbuhan tidak. Sentriol berfungsi untuk mengumpulkan kromosom. Selain itu, sel tumbuhan memiliki vakuola yang besar, sedangkan pada sel hewan jarang dijumpai dan kalaupun ada, ukurannya sangat kecil dan tidak terlihat jelas.
Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
No
Organel Sel
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
1
Dinding sel
ada
tidak ada
2
Plastida
ada
tidak ada
3
Sentriol
tidak ada
ada
4
Vakuola
ada dan besar
(terlihat jelas)
jarang dijumpai dan kalau ada sangat kecil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar