Kamis, 30 Agustus 2012

Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia terhadap LingkunganPengaruh Kepadatan Populasi Manusia terhadap Lingkungan


RANGKUMAN MATERI
Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia terhadap Lingkungan
Bertambahnya jumlah penduduk disuatu daerah menyebabkan kebutuhan hidup yang lain juga bertambah seperti air bersih, udara bersih dan luas areal tanah. Banyak lahan pertanian dijadikan perumahan, daerah terbuka hijau sebagai tempat tumbuh pepohonan dapat  menghasilkan banyak oksigen pun berkurang. dimana akan memperburuk sanitasi lingkungan, salah satunya setiap orang akan membuang sampah apapun pada satu tempat, yaitu digabungnya sampah cair, padat maupun gas. Tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan karena seharusnya jika membuang sampah hendaknya mengetahui dampak yang ditimbulkannya, yaitu  sampah dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut:
a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida,dan pembuangan sampah  domestik, misalnya sisa        detergen mencemari air.
b.  Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang.
Penggunaan detergen sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan pencuci pakaian, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk maka penggunaan detergen cukup tinggi dan berdampak pada lingkungan perairan disekitarnya, hal ini akan menimbulkan pengaruh terhadap biota air.
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a.  sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan  kaleng.
b.  detergen yang bersifat non biodegradable (secara alami sulit diuraikan).
c. zat kimia dari buangan pertanian,misalnya insektisida.
Pencemaran udara
    Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut:
a. Gas H2S. Gas ini bersifat racun.
b. Gas CO dan CO2. Karbon  monoksida (CO) tidak  berwarna          dan tidak berbau,bersifat racun,         merupakan hash pembakaran            yang tidak  sempurna dari bahan        buangan mobil dan mesin letup.
 c. Partikel SOZ dan NO2.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui           pembakaran akan menghasilkan sulfur      dioksida. Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar